
Menurut informasi yang diterima Pemerintah Aceh dari sumber-sumber di Bank Dunia, bahwa dana rehab rekon Aceh pasca tsunami yang bersumber dari bantuan negera-negara Uni Eropa itu masih tersisa sekitar Rp 400 miliar lagi.
“Kami berharap negara-negara Skandinavia memberikan dukungannya, agar sisa dana rehab rekon tsunami yang belum terpakai itu bisa disalurkan kembali untuk bantuan pemberdayaan ekonomi rakyat Aceh, penanggulangan kebencanaan, penguatan perdamaian, penataan birokrasi serta tata pemerintahan di Aceh,” kata Gubernur.
Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ir Iskandar MSc yang ikut dalam pertemuan yang dikonfirmasi kembali Serambi, Rabu (6/2) mengatakan gubernur meminta keempat dubes terebut menyampaikan kepada kepala pemerintah masing-masing untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Aceh, agar sisa dana rehab rekon tsunami Aceh yang masih ada di Bank Dunia sebesar Rp 400 miliar bisa disalurkan kembali ke Aceh, untuk program dan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kebencanaan, penguatan perdamaian, penataan birokrasi dan tata pemerintahan Aceh.
Program yang disampaikan gubernur tersebut, mendapat respon positif dari keempat dubes. Mereka menyatakan, siap mendukung dan akan membuat laporan kepada kepala pemerintah masing-masing agar sisa dana rehab rekon tsunami Aceh sebesar Rp 400 miliar lagi di Bank Dunia, bisa disalurkan kembali untuk empat program yang diusul gubernur.
Namun, kata mereka, untuk mencairkan sisa dana tsunami itu prosesnya masih panjang, karena pemilik sisa uang rehab rekon tsunami Aceh tersebut banyak negara. Selain mendukung pencairan sisa dana tsunami, keempat dubes negara-negara Scandinavia, juga menyampaikan rencana investasi di Aceh. (her)
Sumber : aceh.tribunnews[.]com





0 comments:
Post a Comment